banner 728x250
Daerah  

Diduga APH Tutup Mata dan Bungkam Terhadap Maraknya Penjualan ‘Pil Koplo’ di Desa Randuagung-Lumajang”

LUMAJANG,pusatberita.i-news.site – Kondisi mengkhawatirkan kembali mengguncang wilayah Randuagung, Lumajang, dimana penjualan obat-obatan terlarang jenis “Pil Koplo” semakin meluas dan membuat masyarakat resah, Kekhawatiran utama bukan hanya terkait dengan maraknya transaksi ilegal tersebut.

Tetapi juga dugaan adanya pembiaran dari pihak APH yang seharusnya bertanggung jawab dalam pengawasan kesehatan dan narkoba (APH), yang diduga sengaja menutup mata dan memilih untuk tetap bungkam terhadap kasus yang sudah tidak bisa disembunyikan lagi.Selasa,10/2/2026.

Diduga kuat pengedar barang haram dengan inisial IM , yang sudah tidak asing lagi di kalangan warga , terus melakukan transaksi jual beli obat terlarang tersebut secara bebas.

Aktivitas ini semakin membuat masyarakat khawatir karena ada indikasi bahwa anak-anak yang masih sekolah juga mulai terlibat atau menjadi target dari si penjualan obat terlarang tersebut.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Randuagung, Aiptu Anggit, yang baru menjabat selama sekitar 1 bulan, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan bersama Kanit Intelijen.

“Kami sangat menghargai informasi yang diberikan masyarakat. Meskipun saya baru di sini, kami tidak akan tinggal diam dan akan selidiki secara menyeluruh, termasuk mengecek apakah ada hubungan dengan pihak yang seharusnya melakukan pengawasan,” jelasnya.

“Perasaan kecewa melanda warga karena lokasi transaksi diduga berlangsung hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari kantor Polsek Randuagung, sementara itu pihak APH yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan tersebut justru tampak tidak memberikan respons apapun. Dugaan pembiaran ini membuat masyarakat merasa dipermainkan dan tidak terlindungi seolah-olah sudah ada kerjasamanya.

Bapak IK (inisial) dari Blok I Desa Randuagung mengungkapkan keresahan yang mendalam. “Kita sudah lama merasakan ini , transaksi sering terjadi di sekitar Situs Bersejarah Candi Randuagung, bahkan anak-anak sekolah pun menjadi sasaran.

Tapi pihak APH seolah-olah tidak melihat dan tidak mengeluarkan suara sama sekali. Perasaan kita seperti dalam lagu ‘Obbie Messakh “resah dan gelisah tanpa akhir”.

Kita hanya berharap pihak berwenang tidak hanya tutup mata dan bungkam,tapi benar-benar bertindak untuk menertibkan dan mengakhiri semua ini,” tegasnya dengan nada penuh harapan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *