banner 728x250

Lebih Dari Sekadar Makanan: Kisah Haru di Balik Pertemuan Halal bihalal SPPG Bendotretek dan PIC Sekolah

Dari kiri : Wiko (Wakil Ketua Yayasan) Ning Cahya (Ketua Yayasan) Mahendra (Ketua SPPG) Dimas DK (Mitra SPPG)

​Sidoarjo – Menutup rangkaian bulan suci dengan semangat pembaruan, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bendotretek menggelar pertemuan reflektif bersama para mitra strategisnya. Acara halal bihalal yang mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi untuk Pelayanan yang Lebih Berarti” ini menjadi momentum krusial dalam mengevaluasi sekaligus mempererat hubungan kerja yang telah terjalin.

​Pertemuan penuh kehangatan ini dilaksanakan di Grandwish hotel kawasan Trawas, Mojokerto, bertepatan dengan suasana bulan Syawal yang masih kental, Sabtu (4/4/2026).

​Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan SPPG Bendotretek, perwakilan yayasan, hingga para Kepala Sekolah dan koordinator lapangan dari puluhan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Prambon. Agenda utama dari pertemuan ini adalah memastikan bahwa setiap pihak memiliki pemahaman yang sama: bahwa program gizi bukan sekadar distribusi logistik, melainkan misi kemanusiaan.

​Dalam sambutannya, perwakilan mitra Dimas Dwi Kurniawan menekankan bahwa kejujuran dalam berkomunikasi adalah kunci utama keberhasilan program di lapangan.

​”Kami sangat menghargai setiap masukan yang datang dari Bapak dan Ibu di sekolah. Hubungan kita bukan sekadar antara penyedia dan penerima, tapi adalah kemitraan setara. Kita adalah satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dengan asupan yang layak dan berkualitas,” ungkapnya di hadapan para peserta.

​Sesi diskusi berlangsung dinamis. Perwakilan dari 24 sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas turut memberikan apresiasi serta catatan-catatan konstruktif. Dialog ini menjadi ruang terbuka bagi SPPG Bendotretek untuk mendengar langsung tantangan yang dihadapi sekolah, mulai dari manajemen waktu istirahat siswa hingga preferensi menu yang paling diminati.

​Pihak SPPG berkomitmen untuk menjadikan setiap poin diskusi sebagai landasan peningkatan kualitas layanan di dapur, guna meminimalisir kendala sekecil apa pun di masa mendatang.

​Suasana haru menyelimuti ruangan ketika salah satu PIC sekolah menceritakan dampak nyata yang ia saksikan sendiri. Ia menceritakan kisah seorang siswa tanpa ibu yang ayahnya bekerja sebagai pemulung botol bekas.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Ada salah satu siswa kami yang betul-betul terbantu karena kondisi ekonominya yang sangat sulit. Jarang sekali ia bisa makan layak di rumah. Kehadiran makanan dari SPPG Bendotretek adalah berkah luar biasa baginya,” ucap perwakilan sekolah tersebut dengan suara bergetar.

​Mendengar hal itu, seluruh hadirin, termasuk Head Chef yang turut hadir, tampak tersentuh. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh tim dapur dan operasional bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam.

​Acara ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus menjaga soliditas. Sesi foto bersama dengan latar pemandangan alam Gunung Penanggungan Trawas menjadi simbol bahwa tekad SPPG Bendotretek dan sekolah-sekolah di Prambon telah bulat dan kokoh untuk terus melangkah maju.

​Melalui pertemuan ini, SPPG Bendotretek kembali menegaskan bahwa gizi yang baik adalah hak setiap anak, dan sinergi yang kuat adalah cara terbaik untuk mewujudkannya. Dengan semangat baru di bulan Syawal, mereka siap memberikan pengabdian yang lebih berarti bagi generasi masa depan. (Lum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *