Bandar Lampung – Cuaca di wilayah Lampung dalam sepekan ke depan diprakirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, terutama pada siang, sore, dan malam hari.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, BMKG menyebut Indeks ENSO di NINO 3.4 saat ini berada di angka -0,77 (kategori normal ±0,8) yang turut memengaruhi pola pertumbuhan awan konvektif di Indonesia. Selain itu, Madden–Julian Oscillation (MJO) berada di fase 2 (Indian Ocean) dan aktif secara spasial di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan.
Pantauan daerah konvergensi juga menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah, termasuk Lampung. Ditambah kondisi kelembapan udara yang tinggi di seluruh lapisan atmosfer, suplai uap air menjadi lebih banyak dan memicu pertumbuhan awan-awan hujan yang signifikan.
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi secara bergantian di sejumlah wilayah. Pada 23 Februari, potensi hujan meluas di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, hingga Lampung Timur. Tanggal 24 Februari berpeluang terjadi di wilayah utara dan timur seperti Way Kanan, Lampung Utara, Tulang Bawang, hingga Mesuji.
Sementara 25 Februari potensi terkonsentrasi di Tanggamus dan Pesisir Barat. Memasuki 26–28 Februari, hujan berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Lampung, termasuk Kota Metro dan Tulang Bawang Barat. Pada 1 Maret, hujan masih berpeluang terjadi di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Barat, hingga Lampung Timur.
BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat menyebabkan genangan maupun pohon tumbang. Informasi terkini dapat dipantau melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung maupun laman lampung.bmkg.go.id.














