banner 728x250

Persiapan SPPG Bendotretek menyambut Program MBG di bulan Ramadan

Mahendra Nurrazaq SH Kepala SPPG Bendotretek

Sidoarjo – Kepastian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlanjut selama bulan suci Ramadan membawa tantangan logistik sekaligus peluang baru bagi para penyedia layanan. Meskipun hingga saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) belum merilis Petunjuk Teknis (Juknis) resmi mengenai mekanisme pelaksanaannya, inisiatif proaktif telah muncul di tingkat daerah. Salah satu contoh kesiapan ini ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendotretek.

​Inisiatif Dini Meski Tanpa Juknis​ Di tengah ketidakpastian mengenai aturan teknis, Mahendra Nurrazaq SH Kepala SPPG Bendotretek yang berlokasi di kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo, memilih untuk tidak menunggu secara pasif. Ia menyadari bahwa pelaksanaan MBG di bulan puasa membutuhkan pendekatan yang luar biasa dibandingkan bulan-bulan biasa.

Mahendra Nurrazaq SH Kepala SPPG Bendotretek

​Menurut Mahendra, persiapan dini sangat krusial agar ketika instruksi resmi dari BGN pusat turun, pihaknya hanya tinggal melakukan penyesuaian minor. Langkah antisipatif ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi tanpa mengganggu ibadah puasa para siswa. “Penyesuaian ini agar jangan sampai MBG mengganggu anak-anak yang sedang berpuasa, meskipun sementara ini arahan dari BGN pusat Tanggal 16 – 22 Februari menyambut awal bulan ramadhan libur dulu tidak ada pendistribusian MBG . Pendistribusian dengan mekanisme bulan ramadhan serempak dimulai pada hari senin 23 februari.” Jelasnya

Pemuda lulusan pelatihan SPPI – Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia pelaksanaan di Bustik Brimob Watukosek yang di selenggarakan oleh Kemenhan ini juga menjelaskan bahwa Tantangan Antara Gizi dan Daya Tahan.

​Fokus utama dalam persiapan ini adalah rekayasa menu. Tantangan terbesarnya bukan hanya pada kandungan nutrisi, melainkan pada ketahanan pangan. Jika biasanya makanan dikonsumsi segera saat jam istirahat sekolah, di bulan Ramadan makanan tersebut kemungkinan besar akan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

​Oleh karena itu, Mahendra menekankan pentingnya memilih jenis masakan yang tidak mudah basi dalam rentang waktu beberapa jam antara distribusi hingga waktu berbuka.

Dia juga menyampaikan pesan untuk para relawan yang bekerja di dapur SPPG Bendotretek agar tetap semangat, maju terus dan jangan sampai kendor kita harus iklas dan amanah untuk menjalankan program dari bapak Presiden RI Prabowo Subianto.(Lum)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *