banner 728x250
Daerah  

Keracunan massal MBG di bandar Lampung terjadi di tiga sekolah , ratusan siswa dan guru mengalami diare

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung membenarkan adanya laporan dugaan keracunan massal usai konsumsi MBG di tiga sekolah di Kecamatan Kemiling pada Rabu, 11/2/2026.

Tiga sekolah tersebut yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.

Berdasarkan data Dinkes dari Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua mengalami keluhan diare.

Di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru turut terdampak. Total dari dua sekolah tersebut mencapai 163 orang.

Sementara itu, hasil verifikasi di SMPN 14 Bandar Lampung menunjukkan 43 orang melaporkan gejala serupa. Dari jumlah tersebut, 37 orang menjalani rawat jalan dan enam lainnya dirawat inap di sejumlah rumah sakit.

Beberapa korban dirawat di RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, dan RS Graha Husada.

“Gejala paling cepat muncul Rabu sore. Rata-rata diawali demam dan sakit perut, kemudian muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam,” ujar Muhtadi, Senin (16/2).

Hasil investigasi sementara dari Dinkes kota setempat, menunjukkan ketiga sekolah menerima pasokan dari satu SPPG di Kecamatan Kemiling.

SPPG tersebut ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena masih ada sejumlah standar teknis yang belum terpenuhi.

“Rekomendasi izin belum diterbitkan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan sisa makanan untuk memastikan sumber permasalahan,” terang dia.

Dinkes menginstruksikan Puskesmas untuk terus memantau kondisi korban, terutama yang menjalani rawat jalan. Investigasi menyeluruh terhadap alur produksi makanan di SPPG terkait juga tengah dilakukan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *