Bandar Lampung – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung memastikan stok sapi dan daging sapi di Lampung aman hingga Idulfitri 2026.
Pemerintah menegaskan tidak ada persoalan ketersediaan, meski harga di pasaran sempat mengalami kenaikan pada awal Ramadan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengatakan, berdasarkan data perusahaan penggemukan (feedloter), Lampung masih memiliki stok sapi yang memadai, bahkan surplus.
“Untuk stok daging sebenarnya masih aman, terutama untuk kebutuhan Lampung. Dari data feedlotter, kita masih punya sekitar 17.990 ekor. Ini cukup untuk kebutuhan puasa dan Lebaran,” kata Lili Mawarti didampingi Kepala Bidang Usaha dan Pasca Panen, drh. Anwar Fuadi, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, selain mencukupi kebutuhan daerah, Lampung selama ini juga rutin mengirim sapi ke sejumlah provinsi lain seperti Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Sumatera Barat, hingga Banten dan Jawa Barat. Artinya, secara ketersediaan, Lampung tidak mengalami kekurangan stok.
Berdasarkan neraca ketersediaan sapi potong, stok sapi di Lampung bahkan tercatat surplus hingga akhir Maret 2026. Pada Desember 2025, Lampung mencatat surplus 19.658 ekor atau setara 3.955,08 ton daging sapi.
Pada Januari 2026, kebutuhan tercatat 11.840 ekor dengan ketersediaan 25.742 ekor, sehingga surplus 13.902 ekor.
Februari 2026 yang bertepatan dengan Ramadan, kebutuhan mencapai 11.397 ekor, sementara ketersediaan 19.881 ekor atau surplus 8.458 ekor.














