Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan usai dilakukan monitoring distribusi dan stok energi di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (10/3).
Monitoring dilakukan oleh tim yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), serta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung.
Peninjauan dilakukan mulai dari pangkalan LPG, agen gas, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sejumlah lokasi yang ditinjau di antaranya Pangkalan Gas 3 kilogram Yusfadil di Jalan Drs Warsito, Kupang Kota, dan Pangkalan Gas 3 kilogram Cahaya Gas di Jalan Pulau Tegal, Way Dadi, Sukarame.
Tim juga mengunjungi Agen LPG Non Subsidi PT Sony Prayudha di Jalan Endro Suratmin serta Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Arsade Inti Gasindo di Campang Raya.
Selain itu, monitoring dilakukan di SPBU Pertamina Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, serta SPBU Coco Pertamina Way Dadi di Kota Bandar Lampung.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke tingkat masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Agust Riko Suryhana mengatakan kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap aman menjelang Lebaran.
Menurut dia, hasil peninjauan di sejumlah titik menunjukkan stok BBM dan LPG di wilayah Lampung masih dalam kondisi terkendali dan harga di tingkat masyarakat tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
“Tim monitoring dari Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas turun langsung memastikan ketersediaan BBM dan LPG menjelang Lebaran. Alhamdulillah stok aman dan harga di masyarakat masih sesuai dengan harga eceran tertinggi,” kata Agust Riko.














