Mojokerto, Jawa Timur – Ramadhan selalu menghadirkan kisah tentang kepedulian. Di antara detak waktu yang berjalan dalam suasana penuh berkah itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR) kembali menyalakan lentera kebersamaan melalui kegiatan Safari Ramadhan.
Di Dusun Bakung, Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, serta di Wringinanom, Kabupaten Gresik, pada Kamis (12/3/2026), sekitar 1.000 paket sembako dan santunan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bukan sekadar bantuan, tetapi juga pesan bahwa kepedulian masih hidup di tengah kehidupan yang kerap terasa berat.
Di bawah langit Ramadhan yang teduh, warga berdatangan dengan harapan sederhana. Sementara para pengurus LSM FPSR hadir dengan niat berbagi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LSM FPSR, Aris Gunawan, bersama jajaran pengurus dan anggota dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Sidoarjo.
Bagi LSM FPSR, Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia telah menjadi perjalanan panjang yang ditempuh selama lebih dari satu dekade, sejak organisasi ini berdiri sekitar 11 tahun lalu. Setiap Ramadhan, langkah yang sama kembali diulang—mendekat kepada masyarakat, menyapa mereka yang membutuhkan, dan berbagi apa yang mampu diberikan.

Sebelum bantuan dibagikan, suasana terlebih dahulu dipenuhi dengan lantunan nasihat melalui tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Zainul Arifin, yang akrab dikenal sebagai Gus Tumpeng, dari Kabupaten Gresik. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membuka hati untuk saling menguatkan.
Setelah doa dan nasihat mengalir, satu per satu paket sembako dan santunan dibagikan. Senyum warga yang menerima menjadi pemandangan yang tak ternilai—sebuah bahasa sederhana dari rasa syukur.
Di sela kegiatan itu, Aris Gunawan menyampaikan bahwa kehadiran LSM FPSR di tengah masyarakat adalah bentuk komitmen untuk terus menjadi bagian dari perjuangan rakyat.
“LSM FPSR ingin tetap hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan bagi mereka yang membutuhkan suara dan perhatian,” ujarnya.
Baginya, perjalanan membangun organisasi bukanlah jalan yang selalu mudah. Namun setiap rintangan justru menjadi pelajaran untuk terus melangkah.
“Kebesaran seseorang tidak diukur dari seberapa kuat ia berdiri, tetapi dari bagaimana ia mampu bangkit setiap kali terjatuh,” ungkapnya.
Di bulan Ramadhan yang penuh cahaya ini, Safari Ramadhan LSM FPSR menjadi pengingat bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya. Dari tangan yang memberi, lahir harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. (*)




