SIDOARJO – Nasib nahas menimpa seorang remaja di Dusun Kawur, Desa Gamping Rowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Korban harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena ledakan petasan yang ia rakit sendiri pada Kamis (19/3) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan data dari Tim Krisis Puskesmas Tarik, insiden bermula saat korban tengah meracik bubuk petasan di samping rumahnya. Suasana rumah saat itu tergolong sepi, hanya ada kakek dan nenek korban yang berada di dalam bangunan.
Kakek korban mengungkapkan dugaan penyebab ledakan yang memicu kepanikan warga RT 06/RW 03 tersebut. Diduga kuat, korban melakukan perakitan bahan peledak tersebut sambil merokok. Percikan api dari rokok inilah yang disinyalir menyambar bubuk petasan hingga menimbulkan ledakan hebat secara tiba-tiba.

Pasca-ledakan, korban sempat berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga dalam kondisi tubuh yang sudah terluka. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bakar serius (combustio) hingga mencapai 39 persen di beberapa bagian tubuhnya.
Meskipun ledakan terdengar cukup kuat, dilaporkan tidak ada kerusakan bangunan yang berarti atau korban jiwa lainnya. Namun, dampak sosial dan kesehatan tetap dirasakan oleh lingkungan sekitar:
- Warga Terdampak: 1 korban luka berat dan 3 kepala keluarga terdampak secara tidak langsung.
- Kelompok Rentan: Terdapat dua warga lanjut usia di sekitar lokasi yang memerlukan pengawasan ekstra pasca-kejadian.
- Hasil Pemeriksaan Medis: Dari 6 warga yang diperiksa tim medis di lokasi, ditemukan 1 kasus hipertensi akibat syok dan 1 kasus luka bakar pada korban utama.
Pihak Puskesmas Tarik bergerak cepat dengan menyiagakan satu unit ambulans beserta tenaga kesehatan (bidan desa dan sopir) di lokasi kejadian. Korban kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Citra Medika untuk mendapatkan perawatan intensif.
”Kami telah memberikan penanganan awal berupa antibiotik dan multivitamin bagi warga terdampak di lokasi. Saat ini situasi sudah terkendali dan tidak ada pengungsian,” tulis laporan Tim Krisis Puskesmas Tarik.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat Sidoarjo akan bahaya meracik petasan secara mandiri tanpa standar keamanan, apalagi dibarengi dengan aktivitas berisiko seperti merokok. Pihak berwenang mengimbau warga untuk lebih waspada dan meminta aparat setempat meningkatkan sosialisasi bahaya petasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.














