banner 728x250

Sidak SPPG Tulangan: Wabub Sidoarjo Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Higienis

SIDOARJO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditegaskan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabub) Sidoarjo, Mimik Idayana. Pada Selasa (31/3), Wabub meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepuhkemiri, Kecamatan Tulangan.

Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa setiap porsi makanan yang sampai ke tangan siswa telah melalui proses yang ketat, mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi.

Dalam tinjauannya, Wakil Bupati Mimik memberikan apresiasi terhadap manajemen SPPG Kepuhkemiri. Berdasarkan pantauannya, seluruh alur produksi telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

  • Kualitas Menu: Perencanaan menu telah disesuaikan dengan standar gizi seimbang.
  • Higienitas: Proses pengolahan di dapur dipastikan bersih dan saniter.
  • Distribusi: Berjalan lancar tanpa kendala logistik.

“Menunya sudah sesuai standar gizi, dapurnya memenuhi standar, tidak ada kendala, dan kebersihannya terjaga dengan baik,” tutur Wabub Mimik.

Sejak beroperasi tiga bulan lalu, unit ini telah melayani 2.757 siswa. Meski secara umum dinilai memuaskan, Bupati memberikan catatan khusus mengenai penyempurnaan instalasi pengelolaan limbah agar operasional ke depan lebih ramah lingkungan.

Turut hadir dalam sidak tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina. Ia menekankan bahwa aspek legalitas kesehatan melalui Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) adalah hal mutlak.

Saat ini, SLHS untuk unit Tulangan sedang dalam tahap finalisasi. Sertifikat ini menjadi bukti otentik bahwa seluruh elemen—mulai dari peralatan, sampel makanan, hingga kesehatan petugas pengolah makanan—telah lolos uji laboratorium dan standar keamanan pangan.

Senada dengan Wabub, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi, menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada keluhan dari pihak sekolah maupun siswa. Hal ini mematahkan kekhawatiran mengenai daya terima siswa terhadap menu yang disediakan.

“Saya tanya langsung ke pengelola, ternyata tidak ada anak yang menolak makan. Artinya, cita rasa dan menu yang disajikan memang cocok dan memenuhi selera siswa,” jelas Tirto.

Program MBG di Sidoarjo terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 117 SPPG yang beroperasi di seluruh wilayah kabupaten. Jumlah ini diproyeksikan akan terus bertambah guna memperluas cakupan penerima manfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *